Profil PB Sregep Maca Gelis Pinter Yudonegaran

Sabtu, 08 September 2012



Nama Perpustakaan    : Sregep Maca Gelis Pinter
Alamat Perpustakaan  : Yudonegaran 35 jogja 55121
Sekretariat                   : Toko Istina me Rahma T (Yudonegaran 15 Jogja 55121)
Nama Penangggungjawab: PJB Gardha Yudha Trustho Sukarno
Nama Ketua                : Siti Meisaroh SIP
Sasaran Layanan         : anak-anak, remaja, dewasa dan lansia.
Jumlah Koleksi            : Buku (1.335) dan bukan buku (Koran,kaset,CD audio,VCD/DVD,flayer)

Pengelola                     : pusat= Abdul Rahmat, Siti Meisaroh,
Pelayanan:
-          RW 01 Ahad-Jumat 08.00-19.00
-          RW 02 Ramadhan sore bakda ashar
-          RW 03 Senin & Kamis 15.30-16.30
Rata-rata jumlah pengunjung  : 35 orang/minggu
Rata-rata peminjaman             : 14-21 orang/minggu

SEJARAH BERDIRINYA Sregep Maca Gelis Pinter (SMGP)
Pondok baca SREGEP MACA GELIS PINTER (selanjutnya akan disebut SMGP) di mulai tepatnya pada 19 November 2006. SMGP ini merupakan suatu wujud kegiatan sosial berbasis penyediaan wacana bacaan dan media informasi lain seperti terbitan berkala, VCD, DVD, dan kaset. Keberadaan Pondok Baca SMGP mempertemukan ide pelaksana lapangan dengan donatur buku, bertepatan dengan adanya program 101 pondok baca oleh Rotary Club, yang khusus untuk pondok baca ini dilaksanakan oleh RCY Taman Sari. Pelaksana lapangan sendiri melihat perlunya berdiri suatu pondok baca untuk mewadahi kegiatan warga, berbasis pembelajaran informal non formal. Dengan fasilitasi pondok baca, diharapkan kegiatan generasi muda khususnya, dapat terarah di seputar kebiasaan berliterasi dan memiliki kebiasaan mencari rujukan informasi bagi kegiatan harian maupun tujuan khusus lainnya.
Keberadaan Pondok Baca SMGP dimulai dengan peresmian oleh pemilik tempat, yaitu GBPH Yudhaningrat di nDalem Yudonegaran, beralamat surat Jalan Ibu Ruswo 35 Yk 55121. Sebelum peresmian oleh presiden CYT Taman sari masa jabatan kala itu, sudah dirintis sosialisasi dengan pemuda dan anak-anak kampong melalui lomba mengarang, menulis puisi, dan mewarnai gambar.
Sejak adanya Pondok Baca SMGP juga, pemuda kampung bersepakat mewadahi diri dengan ujud Gardha Yudha, membentuk barisan penyelenggara jenazah warga dan membuat lambang serta seragam. Yudonegaran sendiri merupakan wilayah keberadaan sekitar nDalem Yudonegaran, kediaman GBPH Yudhaningrat. Yudonegaran terdiri dari 3 RW, berada di KM 0 kota Jogjakarta. Keistimewaan ini meliputi lokasi, ciri sosial masyarakat dan pola interaksi, karena sangat berkaitan dengan kegiatan ritual rutin yang terselenggara oleh pihak Kraton Jogjakarta Hadiningrat. Keberadaan Pondok Baca SMGP ini dituliskan untuk kepentingan dokumentasi mengenai kegiatan literasi masyarakat dengan ragam perkembangan dan solusi permasalahan yang dihadapinya, guna kepentingan akses informasi atas kegiatan yang ada dan pemicu ide bagi kegiatan lain maupun ide mendapatkan solusi kegiatan suatu kelompok sosial dalam hal literasi khususnya dan pendidikan informal non formal secara lebih luas.
PB SMGP dimulai dengan hibah bantuan paket buku selama 5 tahun melalui RCY Tamansari, kemudian dilanjutkan bersinergi dengan program Pemerintah Kota melalui Arpusda Kota Jogja serta pelakasanaan fund raising di jejaring social dan menghubungi pihak yang berkepentingan secara langsung [seperti penerbit, relawan, dan sponsor yang bersesuaian visi misi].
Tujuan utama pelaksanaan fund raising bukan semata menggalang pemasukan dana, namun juga melaksanakan manajemen komunikasi untuk menjaga otonomi organisasi dari kepentingan lain. Kelly menyatakan (seperti dikutip Nolan 1994:2): The primary purpose offund raising is not to raise money, but –as a part of public relations- to enchance and protect organizational autonomy byeffectively managing communications between a charitable organization and the donor public in its environtment. Thus, public relations is sees as encompassing the fund raising function she has termed “donor relations”.

PERKEMBANGANNYA
SMGP ini telah berkembang dan telah mempunyai 2 pondok baca baru di bawah pembinaan PB SMGP, yaitu PB Embun yang berlokasi di RW 16 dan PB Pelangi yang berlokasi di RW 12. Dari rak buku dan kontainer-kontainer plastik berisi buku-buku bacaan yang kami pinjamkan ke kedua PB binaan kami tersebut, maka terwujudlah pondok baca Embun dan Pelangi, bahkan PB Embun bersama PB SMGP bersamaan berhasil mendapatkan sumbangan 1000 judul buku dalam rangka dana APBD 2009, dan bersama PB Pelangi juga mendapatkan bantuan pengelolaan dari Perpustakaan Kota Jogja.

0 komentar:

Poskan Komentar